Yesus
Yesus

Yesus

Yesus (bahasa Yunani: Ἰησοῦς Iesous; kr. 4 SM sampai 30–33 M; Arab: يسوع; Ibrani: יֵשׁוּעַ), juga disebut sebagai Yesus dari Nazaret atau Yesus Kristus,[lower-alpha 5] adalah tokoh sentral Kekristenan. Menurut ajaran sebagian besar denominasi Kristen, Yesus dipandang sebagai Putra Allah (Anak Allah). Umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias (atau Kristus, Yang Diurapi) yang dinantikan.[12]Hampir semua akademisi antikuitas modern setuju bahwa Yesus ada secara historis,[lower-alpha 6] dan para sejarawan menganggap bahwa Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) adalah sumber-sumber terbaik untuk meneliti historisitas Yesus.[19][20][21][22] Kebanyakan akademisi sepakat bahwa Yesus adalah orang Galilea, rabi Yahudi[23] yang mewartakan pesannya secara lisan,[24] dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan disalibkan sesuai perintah Prefek Romawi Pontius Pilatus.[25] Menurut pandangan aliran-aliran utama saat ini, Yesus adalah seorang pewarta apokaliptik dan pendiri suatu gerakan pembaruan di dalam Yudaisme, kendati beberapa akademisi terkemuka berpendapat bahwa Yesus bukanlah apokaliptik.[20][26] Setelah kematian Yesus, para pengikutnya percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian, dan komunitas yang mereka bentuk kemudian menjadi Gereja Kristen.[27] Era kalender yang paling umum, disingkat "M" (Masehi) dalam bahasa Indonesia atau disingkat "AD" dari bahasa Latin "Anno Domini" ("dalam tahun Tuhan kita"), didasarkan pada kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus dirayakan setiap tahun pada tanggal 25 Desember (atau beragam tanggal pada bulan Januari di dalam beberapa gereja timur) sebagai suatu hari raya yang dikenal sebagai Natal.Umat Kristen percaya bahwa Yesus memiliki suatu "signifikansi yang unik" di dunia.[28] Doktrin-doktrin Kristen mencakup keyakinan bahwa Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan dari seorang perawan bernama Maria, melakukan berbagai mukjizat, mendirikan Gereja, mati karena penyaliban sebagai kurban untuk penebusan, bangkit dari kematian dan naik ke Surga, serta akan datang kembali ke bumi.[29] Sebagian besar umat Kristen percaya bahwa Yesus memungkinkan manusia untuk didamaikan dengan Allah. Pengakuan Iman Nicea menegaskan bahwa Yesus akan menghakimi orang mati[30] baik sebelum atau setelah kebangkitan tubuh mereka,[31][32][33] suatu peristiwa yang juga dikaitkan dengan Kedatangan Kedua Yesus di dalam eskatologi Kristen;[34] walaupun beberapa kalangan meyakini peranan Yesus sebagai juru selamat memiliki kepentingan yang lebih sosial atau eksistensial daripada akhirat,[35] dan beberapa teolog terkenal telah mengemukakan bahwa Yesus akan membawa suatu rekonsiliasi universal.[36] Sebagian terbesar dari kalangan Kristen menyembah Yesus sebagai penjelmaan dari Allah Putra, pribadi kedua dalam satu Trinitas Ilahi. Beberapa kelompok Kristen menolak Trinitarianisme, baik sebagian ataupun seluruhnya, karena mereka menganggapnya tidak selaras dengan kitab suci.Dalam Islam, Yesus (umumnya ditransliterasikan sebagai Isa) dipandang sebagai Al-Masih (Mesias) dan salah satu nabi Allah yang penting.[37][38] Menurut umat Muslim, Yesus merupakan seorang pembawa kitab suci dan dilahirkan dari seorang perawan, namun bukan Putra Allah. Bagi sebagian besar kalangan Muslim, Yesus tidak disalibkan tetapi secara jasmani diangkat ke Surga oleh Allah.Yudaisme menolak keyakinan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan, dengan alasan bahwa kematian Yesus di kayu salib menandakan bahwa ia ditolak oleh Allah dan kebangkitannya adalah suatu legenda Kristen.[39]

Terkait

Referensi

WikiPedia: Yesus http://balat.kikirpa.be/object/104257116882 http://www.aish.com/jewishissues/jewishsociety/Why... http://bahai-library.com/cole_concept_manifestatio... http://bahai-library.com/stockman_jesus_bahai_writ... http://www.britannica.com/EBchecked/topic/137622/T... http://www.britannica.com/EBchecked/topic/303091/J... http://www.britannica.com/EBchecked/topic/303091/J... http://www.britannica.com/biography/Jesus-Christ http://www.britannica.com/biography/Jesus-Christ#t... http://www.catholicnews.com/data/stories/cns/10021...