Struktur Saluran listrik udara

Lihat pula: Menara transmisi

Struktur saluran listrik udara sangat beragam, tergantung pada tipe jalurnya. Struktur dapat berupa sangat sederhana, yakni berupa tiang kayu yang ditancapkan ke tanah, hingga tiang beton yang biasa digunakan di kawasan urban. SUTT umumnya menggunakan menara baja tipe kisi. Pada daerah terpencil, menara aluminum kerap dikirim dengan menggunakan helikopter,[5][6] begitu juga tiang beton.[1] Ada juga tiang yang terbuat dari plastik yang diperkuat, namun jarang digunakan karena harganya yang mahal.

Tiap struktur harus dirancang dapat menopang beban statis kabel yang dipasang padanya.[1] Selain itu, beban dinamis kabel yang timbul akibat angin dan salju, serta getaran juga harus dapat ditopang oleh struktur.[1]

Sebuah jalur transmisi besar dapat memiliki beberapa bentuk menara, dengan menara reguler dipasang di jalur lurus, sementara menara yang lebih rumit dipasang pada jalur yang berbelok, melintasi sungai atau jalan besar, serta ujung dari jalur. Menara yang lebih kuat juga dipasang pada jarak tertentu, untuk menghindari robohnya keseluruhan menara, ketika ada beberapa menara yang roboh.[1]

Pondasi menara dapat sangat besar dan mahal, terutama apabila kondisi tanahnya kurang baik, seperti lembek dan kurang stabil. Tiap struktur juga dapat distabilkan dengan menggunakan kabel pendukung untuk melawan gaya yang diberikan oleh kabel.

Saluran listrik udara di dekat sebuah bandara

Saluran listrik udara dan struktur pendukungnya dapat menyebabkan polusi visual. Sehingga pada kasus tertentu, saluran listrik pun ditempatkan di bawah tanah, namun "pembawahtanahan" ini membutuhkan biaya lebih banyak, sehingga jarang ditemui.

Kabel pembumian biasanya juga dipasang di bagian paling atas tiap tiang atau menara, sebagai perlindungan dari sambaran petir. Penanda saluran listrik udara juga dapat dipasang di kabel pembumian untuk memenuhi rekomendasi ICAO.[7]Beberapa penanda juga dilengkapi dengan balisor agar tetap dapat terlihat di malam hari.

Sirkuit

Sebuah jalur transmisi satu sirkuit hanya membawa kabel untuk satu sirkuit. Sehingga dalam sebuah sistem tiga fasa, tiap menara dalam jalur transmisi ini membawa tiga buah kabel.

Sementara jalur transmisi dua sirkuit membawa kabel untuk dua sirkuit. Sehingga dalam sebuah sistem tiga fasa, tiap menara dalam jalur transmisi ini membawa enam buah kabel. Sementara listrik satu fasa yang digunakan dalam elektrifikasi perkeretaapian dibawa oleh empat kabel untuk dua sirkuit, yang mana biasanya kedua sirkuit ini beroperasi dalam tegangan yang sama.

Pada beberapa negara, seperti Jerman, sebagian besar saluran listrik yang memiliki tegangan di atas 100 kV diimplementasikan dengan dua sirkuit, empat sirkuit, delapan sirkuit, atau bahkan enam belas sirkuit, karena lahan yang terbatas. Kerugian dari penggunaan lebih dari satu sirkuit adalah lebih sulit dalam perawatan, karena harus ekstra hati-hati dalam merawat suatu sirkuit, agar tidak berdampak pada sirkuit yang lain di jalur yang sama.

Jalur transmisi dua sirkuit terbesar di dunia adalah Jalur listrik Kita-Iwaki.

  • Sebuah jalur transmisi satu sirkuit 138 kV (atas) dan kabel distribusi listrik (bawah)
  • Sebuah jalur transmisi dua sirkuit
  • Jalur transmisi satu sirkuit paralel
  • Empat sirkuit dalam satu menara
  • Enam sirkuit dari tiga tipe berbeda
  • Berbagai jalur transmisi listrik (110/220 kV) di Jerman dengan dua dan empat sirkuit

Referensi

WikiPedia: Saluran listrik udara http://www.avaids.com/icao.pdf http://www.elektroindonesia.com/elektro/ener32a.ht... http://www.elektroindonesia.com/elektro/energi8e.h... http://www.kompas.com/teknologi/news/0506/05/17421... http://korantempo.com/korantempo/2006/02/15/Ilmu_d... http://www.verticalmag.com/news/article/PoweringUp http://www.mcw.edu/gcrc/cop/powerlines-cancer-FAQ/... http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2006/012006/... http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs205/en... http://priyadi.net/archives/2006/03/09/kontroversi...