Rainilaiarivony
Rainilaiarivony

Rainilaiarivony

Rainilaiarivony (lahir di Ilafy, Madagaskar, 30 Januari 1828 – meninggal di Aljir, Aljazair Prancis, 17 Juli 1896 pada umur 68 tahun) adalah Perdana Menteri Madagaskar yang menjabat dari tahun 1864 hingga 1895 setelah mengantikan kakaknya, Rainivoninahitriniony, yang menduduki jabatan tersebut selama tiga belas tahun. Jenjang kariernya mirip dengan ayahnya, Rainiharo, tokoh militer terkenal yang menjadi Perdana Menteri pada masa pemerintahan Ratu Ranavalona I.Meskipun Rainilaiarivony dikucilkan dari keluarganya pada masa kecilnya, sebagai seorang pria muda, ia memperoleh jabatan dengan kekuasaan yang cukup tinggi dan mendapatkan kepercayaan dari istana. Ia mengabdi kepada istana bersama dengan ayah dan kakaknya. Pada saat masih berumur 24 tahun, Rainilaiarivony ikut memimpin ekspedisi militer yang penting bersama dengan Rainivoninahitriniony. Setelah kematian Ratu Ranavalona I pada tahun 1861, ia diangkat menjadi Panglima Tertinggi. Ia kemudian memimpin upaya untuk mempertahankan kewenangan keluarga kerajaan di daerah-daerah terpencil dan berperan sebagai penasihat untuk kakaknya yang telah menjadi Perdana Menteri semenjak tahun 1852. Ia juga merupakan salah satu tokoh yang bertanggung jawab atas perubahan dari sistem monarki absolut menjadi monarki konstitusional yang membagi kekuasaan antara ratu dengan Perdana Menteri. Pada tahun 1864, Rainilaiarivony dan Ratu Rasoherina bekerja sama untuk menggulingkan Rainivoninahitriniony dengan dalih penyalahgunaan jabatan. Rainilaiarivony kemudian menggantikannya sebagai Perdana Menteri dan berkuasa selama 31 tahun, sehingga ia merupakan Perdana Menteri dengan masa jabatan terpanjang. Selama masa jabatannya ini, ia pernah menikahi tiga ratu secara berturut-turut, yaitu Rasoherina, Ranavalona II, dan Ranavalona III.Sebagai Perdana Menteri, Rainilaiarivony secara aktif berusaha memodernkan pemerintahan negara untuk memperkuat dan melindungi Madagaskar dari ambisi kolonial Britania dan Prancis. Angkatan darat dirombak dan diprofesionalkan, wajib belajar dicanangkan, undang-undang yang didasarkan pada hukum Inggris diberlakukan, dan tiga pengadilan didirikan di Antananarivo. Dalam menerapkan kebijakan, Rainilaiarivony mencoba untuk tidak menyinggung norma-norma tradisional, tetapi pada saat yang sama ia juga membatasi praktik-praktik tradisional secara bertahap, seperti perbudakan, poligami, dan perceraian sepihak yang dilakukan suami terhadap istri. Pada masa kekuasaan Ranavalona II, ia juga mengkristenkan kerajaannya. Berkat kemampuan diplomatik dan militernya, ia berhasil mempertahankan Madagaskar pada permulaan Perang Prancis-Hova, tetapi pada akhirnya pasukan Prancis berhasil mencapai kota Antananarivo dan memaksa Madagaskar menyerah pada September 1895. Meskipun Prancis menghormati Rainilaiarivony, mereka memutuskan untuk mengasingkannya ke Aljazair Prancis, dan ia menjemput ajal di tempat tersebut dalam waktu kurang dari setahun pada Agustus 1896.

Referensi

WikiPedia: Rainilaiarivony http://books.google.com/books?id=13Yt9jLuKzsC&prin... http://books.google.com/books?id=6NHOFJJHOc0C&prin... http://books.google.com/books?id=8IOZLvSrspIC&prin... http://books.google.com/books?id=I-2gAAAAMAAJ&prin... http://books.google.com/books?id=VC7kKcXdDhkC&prin... http://books.google.com/books?id=gvREAAAAIAAJ&prin... http://books.google.com/books?id=lKtBAAAAIAAJ&prin... http://books.google.com/books?id=nKSlFJjgC9UC&prin... http://books.google.com/books?id=wc3touH8E24C&prin... http://books.google.rw/books?id=LpCjAAAAIAAJ&print...