Sejarah pensyariatan Qisas

Dalam periwayatan Sa'id bin Jubair, pada masa Arabia pra-Islam pembunuhan telah menjadi kebiasaan di kalangan Bangsa Arab. Pembunuhan ini mencakup kaum lelaki, wanita dan budak. Kegiatan pembunuhan ini menimbulkan permusuhan dan perebutan harta orang lain di kalangan mereka. Permusuhan ini diikuti pula oleh sumpah untuk membunuh seseorang dengan status yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dibunuh. Pengganti dari budak yang dibunuh adalah pembunuuhan orang yang merdeka. Sedangkan pengganti wanita yang dibunuh adalah pembunuhan laki-laki. Kondisi ini kemudian menjadi penyebab turunnya wahyu dari Allah kepada orang-orang yang beriman. Wahyu ini berkaitan dengan kewajiban kisas atas korban pembunuhan.[3]

Kisas jarang dipraktikkan di masa jahiliah karena penyerahan pelaku pembunuhan kepada keluarga korban dianggap aib. Keluarga korban suatu kejahatan juga tidak dapat menuntut kisas kepada pelaku kejahatan jika dia orang merdeka.[4]

Referensi

WikiPedia: Qisas https://web.archive.org/web/20200808094845/http://... http://www.tokoalvabet.com/home/574-sejarah-arab-s... http://repositori.uin-alauddin.ac.id/20824/1/1.a.%... https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle... https://www.google.co.id/books/edition/Tafsir_Ayat... http://repository.unisi.ac.id/229/1/Buku%20Hukum.P... http://konsultasi-hukum-online.com/2013/06/hadits-... http://almanhaj.or.id/content/3121/slash/0/qishash... https://web.archive.org/web/20141024124654/http://...