Mycobacterium tuberculosis
Mycobacterium tuberculosis

Mycobacterium tuberculosis

Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri penyebab penyakit tuberkulosa.[1] Mycobacterium tuberculosis pertama kali dideskripsikan pada tanggal 24 Maret 1882 oleh Robert Koch. Bakteri ini juga disebut abasilus Koch. Mycobacterium tuberculosis memiliki lapisan lilin yang tidak biasa pada permukaan sel karena adanya asam mycolic. Lapisan ini membuat sel tahan terhadap pewarnaan Gram akibatnya M. tuberculosis dapat terindentifikasi baik Gram-negatif atau Gram-positif.[2] Pewarnaan Acid-fast seperti Ziehl-Neelsen atau pewarnaan fluorosenes seperti auramin dapat digunakan sebagai salah satu metode identifikasi M. tuberculosis dengan mikroskop. Fisiologis dari M. tuberculosis adalah aerob dan membutuhkan oksigen dalam kadar tinggi. Bakteri ini merupakan patogen pada sistem pernapasan mamalia yang terutama menginfeksi paru-paru. Metode diagnostik yang paling sering digunakan untuk tuberkulosis adalah tes kulit tuberkulin, pewarnaan tahan asam, kultur dan rantai berantai polimerase.[3][4]Genom M. tuberculosis disekuensing pada tahun 1998.[5][6]