Status Industri Kopi di Indonesia

Pengolahan kopi di Sumatra, Indonesia.

Pengembangan sektor pertanian, sangat diperlukan oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia, karena sektor ini memiliki kontribusi yang besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) dibandingkan dari sektor lainnya. Di Indonesia sendiri, sektor ini berkontribusi sekitar 15% terhadap total (PDB).[7][8][9]

Kopi dari Indonesia diekspor ke berbagai negara di dunia, antara lain:

Di Indonesia, kopi robusta merupakan kopi yang terbanyak diproduksi, dan Lampung merupakan gudang kopi utama di Indonesia.[10] Robusta menggantikan kopi liberika. Walaupun ini bukan kopi yang khas bagi Indonesia, kopi ini menjadi komoditas ekspor yang penting di Indonesia.

Bencana alam, Perang Dunia II, dan perjuangan kemerdekaan mempunyai peranan penting bagi kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-20 perkebunan kopi berada di bawah kontrol pemerintahan Belanda. Infrastruktur dikembangkan untuk mempermudah perdagangan kopi. Sebelum Perang Dunia II di Jawa Tengah terdapat jalur rel kereta api yang digunakan untuk mengangkut hasil bumi, seperti kopi, gula, merica, teh, dan tembakau ke Semarang yang kemudian diangkut dengan kapal laut melalui pelabuhan Tanjung Mas. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah pada umumnya adalah kopi robusta, seperti Temanggung, Muria, Ambarawa dan Wonosobo, sementara itu di Jawa Timur banyak ditanam kopi arabika, terutama di Kayumas, Blawan, Kalisat atau Jampit di pegunungan Ijen serta banyak juga dari jenis kopi robusta yang diproduksi dari perkebunan seperti Ngrangkah Pawon (Kediri), Bangelan (Malang), Malangsari, Kalibaru, Kaliselogiri (Banyuwangi). Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi arabika dan robusta. Kopi robusta tumbuh di daerah dataran rendah sedangkan kopi arabika tumbuh di daerah dataran tinggi.

Pasca-Kemerdekaan, banyak perkebunan kopi yang ditinggalkan atau diambil alih oleh pemerintah yang baru. Saat ini, sekitar 92 persen produksi kopi berada di bawah petani-petani kecil atau koperasi.

Kebiasaan masyarakat minum kopi di Indonesia masih belumlah sebesar bangsa Barat, dan masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, serupa Singapura dan Filipina, yang merupakan negara tujuan utama ekspor kopi Indonesia saat ini.[11] Kisaran konsumsi kopi di negara ini umumnya antara 1-3 cangkir sehari.[11]

Terkait