Jenis-jenis kopi di Indonesia Kopi di Indonesia

Beberapa biji kopi produksi Indonesia

Kopi Gayo

Artikel utama: Kopi gayo

Kopi gayo (bahasa Inggris: Gayo coffee) merupakan salah satu varietas kopi arabika yang ditanam di daerah Dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, Indonesia.[12]

Kopi Luwak

Secangkir kopi luwak dari Gayo, Takengon, Aceh
Artikel utama: Kopi luwak

Kopi luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram.

Kopi Jawa

Artikel utama: Kopi jawa

Kopi jawa (Java coffee) adalah kopi yang berasal dari Pulau Jawa. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi ini. Kopi jawa tidak memiliki bentuk yang sama dengan kopi asal Sumatra dan Sulawesi, cita rasa juga tidak terlalu kaya sebagaimana kopi dari Sumatra atau Sulawesi karena sebagian besar kopi jawa diproses secara basah (wet process). Meskipun begitu, sebagian kopi jawa mengeluarkan aroma tipis rempah sehingga membuatnya lebih baik dari jenis kopi lainnya. Kopi jawa memiliki keasaman yang rendah yang dipengaruhi oleh kondisi tanah, suhu udara, cuaca, serta kelembaban udara.

Kopi jawa yang paling terkenal adalah Jampit dan Blawan. Biji kopi Jawa yang tua (disebut old-brown) berbentuk besar dan rendah kadar asam.[13]

Kopi ini dengan rasa kuat, pekat, rasa kopi manis. Produksi kopi jawa arabika dipusatkan di tengah Pegunungan Ijen, di bagian ujung timur pulau Jawa, di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Kopi ini dibudidayakan pertama kali di perkebunan dengan sekala besar oleh kolonial Belanda pada abad ke-18.

Terkait