Jusuf Hamka

Jusuf Hamka (lahir di Samarinda, Desember 1957) adalah seorang pengusaha Indonesia.[2]Jusuf memeluk Islam saat bertemu Buya Hamka di usia 23 tahun, pada tahun 1981. Waktu itu ia melihat di Majalah Tempo, ada orang masuk Islam (disyahadatkan) di Masjid Al-Azhar. Alun langsung ke sana, bertemu Ustaz Zaimi, Sekretaris Masjid Agung Al-Azhar dan menyatakan niatnya masuk Islam. Alun kemudian dibawa ke rumah Buya Hamka di Jalan Raden Fatah. Di bawah bimbingan Buya, Alun pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan namanya diganti Buya Hamka menjadi Jusuf Hamka.Jusuf tidak tahu sama sekali siapa Buya Hamka, ia pernah melihat Buya Hamka ribut sama Menteri Agama dan Presiden Soeharto saat perkara fatwa haram MUI soal perayaan Natal bersama bagi muslim. Kala itu Buya Hamka dan pemerintah berbeda pendapat, dan berakhir dengan pilihan Buya untuk meletakkan jabatannya di MUI.Jusuf menjadi mualaf tahun 1981 tanpa penolakan keluarga. Orang tua Jusuf  tergolong moderat. Bapaknya dosen, ibunya guru.  Bahkan waktu puasa pertama ibunya yang membeli penggorengan baru buat masak untuknya.[3]Jusuf merupakan pendiri Warung Nasi Kuning untuk kaum duafa. Lelaki yang bernama asli Alun Josef ini juga mendirikan Masjid Babah Alun di kolong jalan Tol Ir Wiyoto-Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jusuf mendapatkan nama belakang Hamka setelah Buya Hamka mengangkatnya sebagai anak.[4]

Jusuf Hamka

Orang tua Buya Hamka (ayah angkat)[1]
Anak Fitria Yusuf
Feisal Hamka
Farid Hamka
Pekerjaan Pengusaha
Kebangsaan Indonesia
Lahir Desember 1957 (umur 63)
Samarinda
Suami/istri Lena Burhanudin