Invasi Jerman ke Belgia (1914)
Invasi Jerman ke Belgia (1914)

Invasi Jerman ke Belgia (1914)

Invasi Jerman ke Belgia adalah kampanye militer yang dimulai pada tanggal 4 Agustus 1914. Sebelumnya, pada 24 Juli, pemerintah Belgia telah mengumumkan jika perang terjadi, mereka akan menjunjung tinggi netralitasnya. Pemerintah Belgia memobilisasi angkatan bersenjatanya pada 31 Juli, dan keadaan siaga tinggi (Kriegsgefahr) diumumkan di Jerman. Pada 2 Agustus, pemerintah Jerman mengirim ultimatum ke Belgia, menuntut perjalanan melalui negara tersebut dan pasukan Jerman menyerbu Luksemburg. Dua hari kemudian, pemerintah Belgia menolak tuntutan tersebut dan pemerintah Britania menjamin dukungan militer kepada Belgia. Pemerintah Jerman menyatakan perang terhadap Belgia pada 4 Agustus; Pasukan Jerman melintasi perbatasan dan memulai Pertempuran Liège.Operasi militer Jerman di Belgia dimaksudkan untuk membawa Angkatan Darat ke-1, ke-2, dan ke-3 ke posisi di Belgia dari mana mereka dapat menyerang Prancis, yang di mana, setelah jatuhnya Liège pada 7 Agustus, menyebabkan pengepungan benteng-benteng Belgia di sepanjang sungai Meuse di Namur dan penyerahan benteng terakhir (16–17 Agustus). Pemerintah meninggalkan ibukota, Brussel, pada 17 Agustus dan setelah pertempuran di sungai Gete, tentara lapangan Belgia mundur ke barat ke Benteng Nasional di Antwerpen pada 19 Agustus. Brussel diduduki pada hari berikutnya dan pengepungan Namur dimulai pada 21 Agustus.Setelah Pertempuran Mons dan Pertempuran Charleroi, sebagian besar tentara Jerman berbaris ke selatan untuk ke Prancis, meninggalkan pasukan kecil ke garnisun Brussel dan jalur rel Belgia. Korps Cadangan III maju ke zona berbenteng di sekitar Antwerpen dan divisi Korps Cadangan IV mengambil alih di Brussel. Tentara lapangan Belgia melakukan beberapa serangan mendadak dari Antwerpen pada akhir Agustus dan September untuk mengganggu komunikasi Jerman, dan untuk membantu Prancis dan Pasukan Ekspedisi Britania (BEF), dengan mempertahankan pasukan Jerman di Belgia. Penarikan pasukan Jerman untuk memperkuat pasukan utama di Prancis ditunda untuk memukul mundur serangan mendadak Belgia dari 9 hingga 13 September, dan sebuah korps Jerman yang sedang dalam perjalanan ditahan di Belgia selama beberapa hari. Perlawanan Belgia dan ketakutan Jerman terhadap franc-tireurs, membuat Jerman menerapkan kebijakan teror (schrecklichkeit) terhadap warga sipil Belgia segera setelah invasi, di mana pembantaian, eksekusi, penyanderaan, dan pembakaran kota dan desa terjadi. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Pemerkosaan Belgia.Setelah Pertempuran Perbatasan berakhir, tentara Prancis dan BEF memulai Penarikan Besar ke Prancis (24 Agustus – 28 September), tentara Belgia dan detasemen kecil pasukan Prancis dan Britania bertempur di Belgia melawan kavaleri Jerman dan Jäger. Pada 27 Agustus, skuadron Pasukan Udara Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya (RNAS) terbang ke Ostend, untuk melakukan pengintaian udara antara Bruges, Ghent, dan Ypres. Marinir Kerajaan Britania Raya mendarat di Prancis pada 19–20 September dan mulai mengintai Belgia yang tidak diduduki dengan mobil; Bagian Mobil Lapis Baja RNAS dibuat dengan memasang kendaraan dengan baja anti peluru. Pada 2 Oktober, Brigade Marinir Divisi Angkatan Laut Kerajaan dipindahkan ke Antwerpen, dan diikuti oleh divisi lainnya pada 6 Oktober. Dari 6 hingga 7 Oktober, Divisi ke-7 dan Divisi Kavaleri ke-3 mendarat di Zeebrugge dan pasukan angkatan laut yang dikumpulkan di Dover dibentuk menjadi Patroli Dover, untuk beroperasi di Selat dan lepas pantai Prancis–Belgia. Meskipun bala bantuan Britania hanya sedikit, pengepungan Antwerpen berakhir ketika cincin pertahanannya dihancurkan oleh artileri super-berat Jerman. Kota itu ditinggalkan pada 9 Oktober dan pasukan Sekutu mundur ke Flandria Barat.Pada akhir Penarikan Besar, Perlombaan ke Laut (17 September – 19 Oktober) dimulai, yaitu periode upaya timbal balik oleh pasukan Jerman dan Prancis-Britania untuk mengepung satu sama lain, dengan memperluas garis depan ke utara dari Aisne, setelah itu ke Picardy, Artois, dan Flandria. Operasi militer di Belgia juga bergerak ke barat saat tentara Belgia menarik diri dari Antwerpen ke daerah yang dekat perbatasan dengan Prancis. Tentara Belgia bertempur dalam Pertempuran Yser yang defensif (16–31 Oktober) dari Nieuwpoort (Nieuport) selatan ke Diksmuide (Dixmude), saat Angkatan Darat ke-4 Jerman menyerang ke arah barat dan pasukan Prancis, Britania, dan beberapa pasukan Belgia bertempur di Pertempuran Ypres Pertama (19 Oktober – 22 November) melawan Angkatan Darat ke-4 dan ke-6 Jerman. Pada November 1914, sebagian besar Belgia berada di bawah pendudukan Jerman dan blokade laut Sekutu. Administrasi militer Jerman didirikan pada 26 Agustus 1914, untuk memerintah melalui sistem administrasi Belgia sebelum perang, dan diawasi oleh sekelompok kecil perwira dan pejabat Jerman. Belgia dibagi menjadi zona administratif, Pemerintahan Umum Brussel, dan daerah pedalamannya; zona kedua, di bawah Angkatan Darat ke-4, termasuk Ghent dan Antwerpen, dan zona ketiga di bawah Angkatan Laut Jerman di sepanjang garis pantai. Pendudukan Jerman berlangsung hingga akhir 1918.