Sejarah English Football League

William McGregor, pendiri The Football League

Masa pembentukan

Pada bulan Januari 1884, Preston North End bertanding dengan salah satu klub asal London Upton Park F.C. di ajang Piala FA. Setelah pertandingan Upton Park mengajukan protes kepada FA bahwa Preston adalah klub profesional, bukan tim amatir. William Sudell, sekretaris / manajer Preston North End mengakui bahwa pemainnya memang dibayar, tetapi berpendapat bahwa ini adalah biasa dan tidak melanggar peraturan. Namun, FA tidak setuju dan mengusir mereka dari kompetisi.[3]

Sudell ingin meningkatkan kualitas tim dengan mengimpor pemain berkualitas dari daerah lain, juga termasuk beberapa pemain dari Skotlandia. Selain membayar mereka dengan uang untuk bermain bagi tim, Sudell juga mengharapkan mereka bekerja dengan motivasi tinggi di Preston.

Preston North End akhirnya bergabung dengan klub lain yang membayar pemain mereka, seperti Bolton Wanderers, Aston Villa dan Sunderland. Pada bulan Oktober 1884, klub-klub mengancam akan memisahkan diri FA[3]. FA merespon dengan membentuk sub-komite, termasuk William Sudell, untuk melihat masalah ini lebih rinci.

Setelah sebelumnya melalui perdebatan panjang selama 4 tahun, maka pada tanggal 20 Juli 1885, FA akhirnya mengumumkan untuk melegalkan pemain sepak bola profesional yang dibayar oleh klub, dengan batasan tertentu. Klub diizinkan untuk membayar pemain asalkan mereka lahir atau pernah tinggal selama dua tahun dalam radius enam mil dari klub yang membayar mereka.

Keputusan untuk membayar pemain akan meningkatkan tagihan upah klub. Karena itu diperlukan untuk mengatur pertandingan lagi yang bisa dimainkan di depan orang banyak dengan jumlah yang besar. Pada tanggal 2 Maret 1888, William McGregor, Direktur Aston Villa mengirimkan surat ke pengurus klub Aston Villa, Blackburn Rovers, Bolton Wanderers, Preston North End, West Bromwich Albion dan Stoke F.C.[ket 3] untuk mengajak mereka bergabung mengatur pertandingan kandang dan tandang setiap musimnya[4].

John J. Bentley dari Bolton Wanderers dan Tom Mitchell dari Blackburn Rovers merespon usulan ini dengan sangat positif. Mereka menyarankan bahwa klub-klub lain harus diundang untuk pertemuan yang akan diadakan pada tanggal 23 Maret, 1888. Klub-klub itu antara lain Accrington, Burnley, Derby County, Notts County, Stoke F.C. (menjadi Stoke City pada tahun 1928)[5], Wolverhampton Wanderers, Everton dan Old Carthusians harus diundang ke pertemuan.

Pertemuan pertama diadakan di Hotel Anderson London pada 23 Maret 1888 pada malam final Piala FA. Football League baru secara resmi dibentuk dan diberi nama pada pertemuan selanjutnya di kota Manchester pada tanggal 17 April 1888[6]. Musim pertama dari Football League akan mulai pada bulan September tahun 1888[4].

Masa awal dan pengembangan (1889-1915)

Liga akhirnya bergulir pada tanggal 8 September 1888. Pada musim perdana ini liga diikuti 12 klub yang terbagi menjadi 6 klub dari Lancashire (Preston North End, Accrington, Blackburn Rovers, Burnley, Bolton Wanderers dan Everton) dan 6 klub dari Midlands (Aston Villa, Derby County, Notts County, Stoke, West Bromwich Albion dan Wolverhampton Wanderers). Sunderland tidak diikutsertakan karena klub lain di liga keberatan dengan biaya perjalanan dari timur ke utara. Selain itu McGregor juga ingin membatasi liga sampai dua belas klub. Oleh karena itu, permohonan untuk ikut serta dalam liga dari Sheffield Wednesday, Nottingham Forest, Bootle F.C. dan A.F.C.Darwen terpaksa ditolak[3].

Dalam liga ini setiap klub memainkan dua kali pertandingan, sekali di kandang dan sekali tandang. Sistem 2 poin diberikan untuk tim yang menang dan 1 untuk hasil imbang. Sistem poin ini tidak disetujui sampai setelah musim ini dimulai, usulan alternatif adalah satu poin untuk tim yang menang saja. Belum ada sistem promosi dan degradasi dalam liga pertama ini. Peraturan awalnya adalah 4 klub terbawah harus dipilih ulang untuk mengikuti liga musim berikutnya. Stoke adalah klub pertama yang tidak terpilih kembali, karena menempati urutan terbawah selama dua musim berturut-turut.

Preston memenangkan gelar liga pertama tanpa kekalahan, dan juga pada saat yang bersamaan menjadi juara Piala FA 1889, sehingga menjadi klub Inggris pertama yang meraih gelar ganda dalam satu musim. Preston mempertahankan gelar Liga pada musim berikutnya, meskipun mereka mengalami 4 kekalahan dari 22 penampilan mereka kali ini, dan mereka menjadi runner-up untuk tiga musim berikutnya. Stoke yang menempati posisi terbawah klasemen untuk dua musim pertama, tidak terpilih kembali pada tahun 1890 dan digantikan oleh Sunderland untuk musim 1890-91, yang kemudian memenangi gelar pada musim kedua mereka. Stoke terpilih kembali bersama dengan A.F.C. Darwen untuk musim 1891-92, dan anggota Liga telah berkembang menjadi 14 klub.

Persaingan dua liga

Pada tahun 1889 terjadi persiangan dalam penyelenggaraan liga di Inggris. Salah satu sebabnya adalah karena dibatasinya peserta Football League. Pada tahun ini 12 klub lain membentuk liga tersendiri yang bernama Football Alliance yang secara langsung menjadi pesaing dari Football League. Football Alliance dibentuk oleh 12 klub yang juga berasal dari daerah West Midlands membentang hingga ke daerah utara dan barat Inggris, dan beberapa klub yang berasal dari daerah Sheffield, Grimsby dan Sunderland.

Stoke yang tidak terpilih untuk mengikuti Football League pada tahun 1890 akhirnya bergabung dengan Football Alliance. Nottingham Forest yang permohonannya pernah ditolak untuk mengikuti Football League berubah pikiran dan akhirnya bergabung sebagai salah satu pendiri Football Alliance[7].

Persaingan ini tidak berlangsung lama, karena pada tahun 1892 setelah berlangsung selama 3 musim, Football Alliance dibubarkan dan klub-klub pesertanya bergabung dengan Football League yang kemudian membentuk divisi kedua[4].

Menjadi dua divisi

Setelah berjalan selama 4 musim dengan hanya 1 divisi, maka mulai musim 1892-93 Football League mempunyai 2 divisi. Pada tahun 1892 dibentuk sebuah divisi yang bernama Divisi Kedua, divisi sebelumnya diberi nama sebagai Divisi Pertama. Divisi baru ini dibentuk untuk menampung klub-klub yang berasal dari Football Alliance. Nottingham Forest F.C., The Wednesday (kemudian menjadi Sheffield Wednesday) dan Newton Heath (kemudian menjadi Manchester United) ditambahkan ke Divisi Pertama baru, dan karena A.F.C. Darwen pada musim sebelumnya menempati posisi terbawah, maka tidak terpilih kembali untuk main di divisi pertama dan diikutsertakan kedalam divisi kedua baru, sehingga total divisi pertama menjadi 16 klub.

Divisi Kedua ini dimulai dengan 12 klub. Northwich Victoria, Burslem Port Vale (kemudian menjadi Port Vale, dari Liga Midland), Sheffield United (dari Liga Utara), Small Heath (dari Football Alliance), Grimsby Town (dari Football Alliance), Ardwick A.F.C (kemudian menjadi Manchester City, dari Football Alliance), Burton Swifts (dari Football Alliance), Bootle (dari Football Alliance), Lincoln City (dari Football Alliance), Crewe Alexandra (dari Football Alliance), Walsall Town Swifts (dari Football Alliance) dan Darwen (dari Divisi I) adalah klub-klub pendiri divisi kedua yang baru.

Pada musim 1893-94 Divisi II meningkat menjadi 15 klub dengan penambahan Liverpool dari Liga Lancashire, Middlesbrough Ironopolis dan Newcastle United dari Liga Utara, Rotherham Town dari Liga Midland, dan Woolwich Arsenal (kemudian menjadi Arsenal). Accrington meninggalkan Divisi I dan bergabung dengan Liga Lancashire dan Bootle mengundurkan diri dari Liga.

Musim 1894-95 berikutnya jumlah klub Divisi II bertambah lagi menjadi 16 klub dengan penambahan dan penggantian klub antara lain penambahan Bury dari Liga Lancashire, Leicester Fosse (kemudian Leicester City) dan Burton Wanderers (yang kemudian bergabung Burton Swifts) dari Liga Midland, sementara Northwich Victoria mengundurkan diri dan Middlesbrough Ironopolis dibubarkan.

Pada tahun 1895 Loughborough menggantikan Walsall Town Swifts[8] di Divisi II. Kemudian pada tahun 1896 Blackpool dari Liga Lancashire dan Gainsborough Trinity dari Liga Midland menggantikan Burslem Port Vale dan Crewe Alexandra[9]. Pada tahun 1897 Luton Town menggantikan Burton Wanderers[10].

Promosi dan degradasi otomatis antar divisi mulai diperkenalkan pada tahun 1898. Sistem sebelumnya adalah dengan mengadakan pertandingan tes (bahasa Inggris: test match) antara dua klub terbawah Divisi I dengan dua klub teratas klub dari Divisi II dan klub bagian bawah dari divisi lebih rendah kemudian diminta untuk mengajukan permohonan untuk pemilihan kembali ke Liga di akhir setiap musim.

Sistem dengan pertandingan tes tersebut dinilai banyak kelemahan dan tidak jujur, ketika Stoke dan Burnley berkolusi dalam pertandingan akhir untuk memastikan mereka berdua tetap di Divisi Pertama musim depan.

Perubahan logo

Berikut ini adalah sejarah perubahan logo dari The Football League