Perbedaan dengan nihilisme Eksistensialisme

Meskipun nihilisme dan eksistensialisme adalah dua filsafat yang berbeda, tetapi sering orang menyamakannya dengan keliru. Kekeliruan ini terutama disebabkan karena Friedrich Nietzsche adalah filsuf yang penting di kedua bidang tersebut. Selain itu, kaum eksistensialis juga sering menekankan bahwa hidup ini tidak ada maknanya. Para filsuf eksistensialis sering menekankan pentingnya kegelisahan, sebagai tanda ketiadaan dasar objektif aksi, dan hal ini sering direduksi sebagai nihilisme moral atau eksistensial. Tema yang sering berulang dalam karya-karya filsafat eksistensialis adalah pertemuan yang terus-menerus dengan absurditas, sebagaimana dilihat dalam Mitos Sisifos Albert Camus.[45] Jarang sekali filsuf eksistensialis yang menolak moralitas atau makna yang dibuat seseorang. Kata-kata penutup Jean-Paul Sartre dalam Being and Nothingness adalah "Semua pertanyaan ini, yang mengantarkan kita pada refleksi yang murni dan bukan refleksi yang dangkal, hanya dapat menemukan jawabannya dalam bidang etis. Di masa depan, kita akan bekerja keras untuk menemukan jawabannya."[39]

Referensi

WikiPedia: Eksistensialisme http://publish.uwo.ca/~dmann/waking_essay.htm http://www.existential-therapy.com/Arts/Movies.htm http://www.friesian.com/existent.htm http://www.horrorreview.com/essay/eglovecraft12008... http://www.latimes.com/entertainment/news/movies/l... http://www.nybooks.com/articles/archives/2014/jun/... http://www.realcleardefense.com/articles/2016/02/1... http://www.tameri.com/csw/exist/ http://www.tfd.com/despair http://www.columbia.edu/cu/augustine/arch/nihilism...