Etimologi Eksistensialisme

Istilah "eksistensialisme" (bahasa Prancis: L'existentialisme) dibuat oleh seorang filsuf Katolik Prancis, Gabriel Marcel, di pertengahan dekade 1940an.[14][15][16] Pada mulanya, ketika Marcel mengaplikasikan istilah ini kepada Jean-Paul Sartre di sebuah kolokium pada tahun 1945, Sartre menolak.[17] Sartre kemudian berubah pikiran dan pada 29 Oktober 1945 mengadopsi label eksistensialis di muka umum, dalam sebuah kuliah umum yang disampaikan kepada Club Maintenant di Paris. Kuliah umum ini kemudian diterbitkan sebagai sebuah buku pendek yang amat memopulerkan pemikiran eksistensialis berjudul L'existentialisme est un humanisme (Eksistensialisme Adalah Sebentuk Humanisme).[18] Marcel sendiri tak lama kemudian menolak istilah ini dan lebih menyukai istilah Neo-Sokratik, untuk menghormati esai Kierkegaard berjudul "Mengenai Konsep Ironi dengan Referensi Terus-Menerus kepada Sokrates" (bahasa Denmark: Om Begrebet Ironi med stadigt Hensyn til Socrates).

Ada ilmuwan yang berpendapat bahwa istilah ini harusnya hanya digunakan pada pergerakan kebudayaan di Eropa pada tahun 1940an dan 1950an dan dihubungkan dengan karya filsuf Jean-Paul Sartre, Simone de Beauvoir, Maurice Merleau-Ponty, dan Albert Camus.[1] Ilmuwan lain memanjangkan istilah ini hingga Kierkegaard, dan ada pula yang memanjangkannya hingga Sokrates.[19] Namun, istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada pandangan filsafat Jean-Paul Sartre.[1]

Referensi

WikiPedia: Eksistensialisme http://publish.uwo.ca/~dmann/waking_essay.htm http://www.existential-therapy.com/Arts/Movies.htm http://www.friesian.com/existent.htm http://www.horrorreview.com/essay/eglovecraft12008... http://www.latimes.com/entertainment/news/movies/l... http://www.nybooks.com/articles/archives/2014/jun/... http://www.realcleardefense.com/articles/2016/02/1... http://www.tameri.com/csw/exist/ http://www.tfd.com/despair http://www.columbia.edu/cu/augustine/arch/nihilism...