Ekonomi Tiongkok
Ekonomi Tiongkok

Ekonomi Tiongkok

ekonomi pasar sosialis di Tiongkok[17] adalah ekonomi terbesar kedua di dunia menurut GDP nominal,[1][18] dan ekonomi terbesar di dunia menurut keseimbangan kemampuan berbelanja menurut IMF;[19] akurasi laporan IMF tentang keseimbangan kemampuan berbelanja di Tiongkok sejak itu dipertanyakan.[20] Negara tersebut adalah ekonomi utama yang bertumbuh paling cepat di dunia, dengan pertumbuhan peringkat rata-rata 10% selama 30 tahun.[21]

Ekonomi Tiongkok

Angkatan kerjaberdasarkan sektor agribudaya: 36.7%, industri: 28.7%, pelayanan: 34.6% (perkiraan 2008)
Koefisien gini 0.469 (2014)
Modal investasi langsung asing $1.344 triliun (2012)[13]
Negara asal impor utama  Korea Selatan 9.4%
 Jepang 8.3%
 Taiwan 8.0%
 United States 7.8%
 Australia 5.0%
 Germany 4.8% (2013 est.)[12]
Gaji kotor rata-rata $669 per bulan (2012)[8]
Utang kotor luar negeri $863.2 miliar (2013)
Pertumbuhan PDB ▲9.5% (nominal; 2013)[2]
▲7.4% (riil; 2014)[3]
Angkatan kerja 787.6 juta (ke-1; 2012)[6]
Ekspor $2.34 triliun (2014[10])
Cadangan mata uang asing $3.89 triliun (ke-1; September 2014)[16]
Pengangguran 4.1% (Q2 2014)[7]
Pendapatan $2.118 triliun (perkiraan 2013)
Beban $2.292 triliun (perkiraan 2013)
Mata uang Renminbi (RMB); Unit: Yuan (CNY)
Industri utama pertambangan dan pemprosesan bijih, besi, baja, aluminum, dan metal lainnya, coal; mesin gedung; armamen; tekstil dan aparel; petroleum; semen; kimia; fertilizer; produk konsumen, termasuk alas kaki, mainan, dan elektronik; pemprosesan makanan; ekuipmen transportasi, termasuk kendaraan bermesin, rail cars and locomotives, ships, and aircraft; telecommunications equipment, commercial space launch vehicles, satellites
Peringkat utang AA- (Domestik)
AA- (Asing)
AA- (T&C Assessment)
(Standard & Poor's)[15]
Pendudukdi bawah garis kemiskinan 6.1% (2013)
Komoditas ekspor Elektrikal dan benda bermesin lainnya, termasuk ekuipmen pemprosesan data, apparel, tekstil, besi dan baja, optikal dan ekuipmen pengobatan. Serta setidaknya seluruh kategori tunggal dari produk-produk industrial.
Impor $1.96 triliun (2014[10])
Organisasi perdagangan WTO, APEC, G-20 dan lain-lain
PDB per sektor agribudaya: 9.2%, industri: 42.6%, pelayanan: 48.2% (2014)[4]
Utang publik 22.15% dari GDP (2012)[14]
Tujuan ekspor utama  Amerika Serikat 18.1%
 Hong Kong 17.4%
 Jepang 6.8%
 Korea Selatan 4.1% (perkiraan 2013)[11]
Komoditas impor Elektrikal dan benda bermesin lainnya, minyak dan bahan bakal mineral, optikal dan ekuipmen pengobatan, metal ores, plastik, kimia organik
PDB per kapita $8,211 (nominal; ke-82; 2014)
$13,992 (PPP; ke-89; 2014)[1]
Tahun fiskal Tahun kalender (1 Januari sampai 31 Desember)
Inflasi (IHK) 2.0% (2014)[5]
Peringkat kemudahan melakukan bisnis ke-96[9]
PDB $10.36 triliun (nominal; perkiraan 2014)[1]
$17.63 trillion (PPP; 2014.)[1]