Apokaliptisisme
Apokaliptisisme

Apokaliptisisme

'Arasy
Âkhirah
Barzakh
Firdaws
`Adn
Jannah
Jahannam
Jahim
Kaʿbah
Mahsyar
Shirāth
Pohon Neraka
Tokoh Utama
Dābbat al-Ard
Dajjāl
Dzu as-Suwayqatayn
Imam Mahdī
`Īsā
Khawārij
Muḥammad
Yā'jūj dan Mā'jūj
Malaikat
Al-Arham
Hamalat al-‘Arsy
Izra'īl
Isrāfīl
Kirâman Kâtibîn
Mâlik
Mu’aqqibat
Munkar dan Nakīr
Penjaga Surga
Zabāniyah
Peristiwa
Fitnah
Kedatangan Kedua
Bulan terbelah
Kitab Wahyu
Kitab Daniel
Olivet discourse
Domba dan Kambing
Figur besar
Yesus
Dua Saksi
Empat Penunggang Kuda
Antikristus
Pandangan berbeda
Preterisme
Idealisme
Historikisme
Futurisme
Perbedaan Milenia
Premilenialisme
Amilenialisme
Postmilenialisme
Peristiwa lain
Kronologi Wahyu
Pengangkatan
Tujuh materai
Kedatangan Kedua Yesus
Apokaliptisisme adalah keyakinan agama bahwa akan ada apokalips (kadang disebut kiamat), suatu istilah yang awalnya mengacu pada pewahyuan kehendak Allah, tetapi sekarang umumnya mengacu pada keyakinan bahwa dunia akan segera berakhir, bahkan dalam kehidupan seseorang. Keyakinan ini biasanya disertai dengan gagasan bahwa peradaban akan segera sampai pada suatu akhir yang menggemparkan karena adanya semacam peristiwa global yang sangat dahsyat.Apokaliptisisme seringkali dipadukan dengan pengetahuan esoteris yang kemungkinan besar akan terungkap dalam suatu konfrontasi besar antara kekuatan baik dan jahat, yang ditentukan untuk mengubah alur sejarah. Apokalipsis dapat dipandang baik, jahat, ambigu atau netral, tergantung pada sistem keyakinan atau agama tertentu yang mengangkatnya. Apokaliptisisme dapat saja tampil sebagai suatu kecenderungan kelompok atau personal, suatu pandangan atau kerangka persepsi acuan, ataupun sekadar sebagai ungkapan-ungkapan dalam gaya retorik sang pembicara.