Alih aksara Hepburn

Alih aksara Hepburn (ヘボン式ローマ字, Hebon-shiki Rōmaji) dinamakan untuk memperingati Pendeta James Curtis Hepburn, pencipta alih aksara bahasa Jepang ke dalam abjad Latin yang pertama kali digunakan Hepburn sewaktu menyusun kamus bahasa Jepang-Inggris edisi ke-3 terbitan tahun 1887. Perkumpulan Romanisasi Aksara Jepang atau Rōmajikai merupakan organisasi yang pertama kali mengusulkan sistem Hepburn pada tahun 1885.Alih aksara Hepburn sudah mengalami revisi beberapa kali dan secara resmi disebut Shūsei Hebon-shiki Rōmaji (修正ヘボン式ローマ字, Romaji sistem Hepburn yang Disempurnakan). Sebelumnya juga pernah dikenal sebagai Hyōjun-shiki Rōmaji (標準式ローマ字, Romaji standar).Alih aksara Hepburn tradisional dan Hepburn yang Disempurnakan merupakan sistem romaji yang paling banyak dipakai. Sistem Hepburn didasarkan pada bunyi fonem bahasa Inggris. Penutur bahasa Inggris yang tidak familiar dengan bahasa Jepang umumnya bisa mengucapkan kata-kata dalam bahasa Jepang secara lebih akurat bila ditulis dengan sistem Hepburn dibandingkan sistem Kunrei-shiki Rōmaji.Alih aksara Hepburn lebih sering digunakan dalam buku pelajaran bahasa Jepang untuk orang asing. Sebaliknya, murid-murid sekolah di Jepang justru lebih akrab dengan sistem Kunrei-shiki Rōmaji.